Categories Penyakit Manusia

Waspada! Inilah Deretan Penyakit Menular dan Pencegahannya

Waspada! Inilah Deretan Penyakit Menular dan Pencegahannya – Penyakit menular dinilai lebih berbahaya karena penularannya sangat cepat dan dapat merugikan orang lain yang sebelumnya belum pernah menderita penyakit tersebut. Hal ini disebabkan penularan penyakit dapat terjadi secara tidak langsung atau tanpa kontak fisik dengan orang yang sakit. Begitu banyak kematian yang bisa terjadi jika orang-orang di sekitar orang yang sakit tidak melakukan tindakan pencegahan untuk mencegah penularan penyakit.

Waspada! Inilah Deretan Penyakit Menular dan Pencegahannya

Waspada! Inilah Deretan Penyakit Menular dan Pencegahannya

Apa itu penyakit menular dan tidak menular?
Penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan ke manusia melalui agen hayati, antara lain virus, bakteri, jamur, dan parasit. Penyakit ini dapat menular dari satu orang ke orang lain yang belum pernah menderita penyakit tersebut sebelumnya.

roskapital – Penyakit Menular Langsung dan Tidak Langsung
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 82 Tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit menular adalah penyakit menular yaitu penyakit langsung tidak langsung dan penyakit menular langsung.

Penyakit menular langsung yang dimaksud dalam Pasal 1(a) adalah sebagai berikut:

1. Difteri

Penyakit menular pertama ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae . Timbulnya penyakit ini ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput lendir faring, laring, amandel, hidung, dan juga pada kulit.

Difteri dapat menular pada orang sakit melalui air liur dan benda yang terkontaminasi. Penyakit menular difteri dapat dicegah dengan vaksinasi DPT pada anak usia 2, 3, 4, 18 bulan, dan 5 tahun.

2. Pertusis

Penyakit menular kedua ini disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan. Vaksinasi adalah solusi untuk mencegah pertuis atau batuk rejan. Penyakit pertuis biasanya terjadi ketika sesuatu yang berkarat atau benda tajam yang penuh bakteri masuk ke dalam kulit.

Baca Juga : Penyebab dan Tips Penyembuhan Penyakit Infeksi

Jika hal ini sudah terjadi, segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Bakteri patogen ini menyebar dengan cepat sehingga memerlukan tindakan yang cepat dan tepat.

3. Tetanus

Tetanus adalah penyakit menular yang menyerang orang dewasa dan anak-anak akibat infeksi bakteri yang menyebabkan otot menjadi kaku. Vaksinasi tetanus adalah cara mencegah penyakit ini.

4. Penyakit Poliomielitis

Penyakit menular ini disebabkan oleh virus polio yang sangat menular, yang menyerang otot dan saraf tubuh dan dapat menyebabkan kelemahan otot permanen. Poliomielitis menyebabkan gejala kelumpuhan dan kematian pada mereka yang terkena dampaknya.

Poliomyelitis dapat menular melalui kontak langsung dengan orang yang sakit. Virus bisa masuk melalui air liur yang masuk ke hidung dan mulut.

Penyakit ini dapat dicegah dengan mengonsumsi vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh dan menghindari kontak langsung dengan penderita polio.

5. Campak

Campak umumnya menular pada bayi dan anak-anak. Penyakit ini menular melalui percikan air liur penderita saat batuk dan bersin. Campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam kelompok paramyxovirus.

Gejala penyakit campak adalah timbulnya ruam kemerahan pada tubuh disertai demam dan batuk. Pencegahan penyakit campak dapat dilakukan dengan vaksinasi campak sejak dini, yang dilanjutkan dengan vaksinasi campak, gondok, dan rubella (MMR).

6. Tipes

Penyakit menular ini disebut juga tipes. Penyakit menular ini ditandai dengan demam, nyeri, kram perut, diare, sembelit, mual dan muntah. Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang terjadi ketika pipa ledeng tidak bersih.

Demam tifoid dapat menular melalui makanan dan minuman yang mengandung bakteri Salmonella typhi. Air dan peralatan makan yang terkontaminasi bakteri ini juga dapat menyebabkan demam tifoid.

Untuk mencegah demam tifoid, Anda dapat melakukan hal berikut:

1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
2. Gunakan air bersih untuk mencuci makanan dan peralatan makan.
3. Jangan membeli makanan di tempat yang najis.
4. Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin.

7. Kolera

Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae adalah Kolera. Bakteri ini berasal dari makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri. Penyakit ini ditandai dengan diare terus-menerus, mual, muntah, dan kram perut.

Pencegahan kolera dapat dilakukan dengan cara:

1. Masak makanan sampai matang sebelum dimakan.
2. Cuci tangan Anda sebelum makan.
3. Hindari makan di tempat yang tidak terjamin kebersihannya.
4. Konsumsilah air matang dari sumber yang bersih.

8. Penyakit Rubella

Rubela adalah penyakit akibat infeksi yang menyebabkan kemerahan pada kulit. Gejala rubella ditandai dengan demam, batuk, hidung tersumbat, mata merah, nyeri tenggorokan, nyeri sendi, serta benjolan di sekitar telinga dan tenggorokan.

Penyakit menular ini dapat dicegah dengan vaksinasi MMR atau MR. Penyakit campak juga dapat di cegah dengan vaksinasi.

Baca juga : Beberapa Jenis Dan Solusi Penyakit Dalam

9. Penyakit demam kuning

Demam kuning atau demam kuning adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari genus Flavivirus, sekelompok besar virus RNA. Cara penularan penyakit ini beragam dan terdiri dari berbagai jenis sebagai berikut.

– Seekor nyamuk menggigit monyet yang terinfeksi virus demam kuning.
– Jadi nyamuk ini biasanya menggigit monyet atau manusia lain yang masuk ke dalam hutan.
– Terdapat di hutan hujan tropis.
– Virus ini dapat ditularkan dari monyet ke manusia atau dari manusia ke manusia melalui nyamuk.
– Spesies ini paling umum di Afrika.
– Penularan virus antar manusia melalui nyamuk, khususnya Aedes a Egypti.

Cara penularan ini sangat mungkin menyebarkan wabah demam kuning ke wilayah yang luas.
Penyakit ini dapat dicegah dengan menggunakan lotion dan semprotan pengusir nyamuk.

10. Influenza

Influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang sulit dideteksi oleh sistem kekebalan tubuh karena aktivitasnya yang bermutasi. Penderita flu mengalami batuk, bersin, pilek, kelelahan, sakit kepala, dan demam.

Flu merupakan penyakit yang sering dianggap remeh karena tidak berbahaya. Namun jika dibiarkan, virus penyebab flu bisa bermutasi menjadi penyakit yang jauh lebih berbahaya seperti flu burung.

Penyakit ini bisa menular bila kita terkena percikan air liur penderita. Pencegahan influenza dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Menjaga jarak dan menghindari kontak langsung dengan orang sakit.
2. Jaga kebersihan tangan dengan sabun dan hand sanitizer.
3. Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi vitamin.

11. Meningitis

Penyakit menular ini memiliki gejala mirip flu. Meningitis adalah peradangan pada meningen, lapisan otot dan tulang belakang. Penyakit ini bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Berikut beberapa cara mencegah penularan meningitis:

1. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
2. Jaga jarak dari orang yang terinfeksi.
3. Cuci makanan sebelum dimasak.
4. Istirahat yang cukup.
5. Olahraga secara teratur.
6. Terapkan perilaku seksual yang sehat.

12. Tuberkulosis

Penyakit menular paling berbahaya di dunia disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis . Tuberkulosis dapat menular melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Vaksinasi BCG pada anak kecil dapat menurunkan risiko penyakit tuberkulosis.

Baca Juga : Penyakit Yang Umum Terjadi Pada Anak

Ciri khas penyakit tuberkulosis adalah batuk berlendir yang berlangsung lebih dari dua minggu. Penderita tuberkulosis mengalami penurunan berat badan, tidak nafsu makan, mudah lelah dan berkeringat pada malam hari.

Pencegahan penyakit tuberkulosis dapat dilakukan dengan:

– Mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga.
– Gunakan masker di mana pun dan saat perlu bertemu dengan pasien tuberkulosis.
– Hindari kontak langsung dengan penderita tuberkulosis dan menyentuh benda yang sebelumnya pernah bersentuhan langsung dengan penderita.

13. Hepatitis

Hepatitis merupakan salah satu contoh penyakit menular yang ditandai dengan demam, nyeri sendi, nyeri perut, dan kulit menguning. Penyakit menular ini menyebabkan peradangan pada hati (liver).

Penyakit ini menular melalui makanan dan minuman yang kurang higenis. Contohnya es batu dalam proses produksinya terkontaminasi oleh virus hepatitis. Misalnya saja penularan hepatitis B yang bisa terjadi melalui pertukaran cairan tubuh dan darah pada individu yang terinfeksi.

Jika hepatitis tidak segera diobati, penyakit ini dapat menjadi kronis dan menyebabkan komplikasi seperti kanker hati.

Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan hal berikut:

– Jaga kebersihan makanan dan minuman yang hendak Anda konsumsi.
– Hindari pertukaran cairan tubuh yang berisiko seperti B.seks bebas.
– Jangan berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, sikat gigi, dan peralatan makan

 Penyakit  dan Pencegahannya

Jenis penyakit menular tidak langsung sebagaimana dimaksud pada Pasal (1)(b) adalah sebagai berikut :

1. Malaria

Malaria merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Plasmodium yang kemudian dibawa dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles.

Nyamuk Anopheles membawa parasit Plasmodium ke sungai, sawah, dan bekas dataran banjir untuk berkembang biak dan menyebarkan malaria ke orang-orang di sekitarnya.

Selain nyamuk, penyakit malaria juga dapat menular melalui kontak langsung, misalnya melalui ASI dan transfusi darah penderita malaria.

Gejala penyakit malaria ditandai dengan demam tinggi yang berkepanjangan, menggigil, badan pegal-pegal, mual dan muntah. Penyakit malaria dapat di cegah dengan melakukan cara:

– Mengenakan pakaian tertutup pada malam hari.
– Oleskan losion pengusir nyamuk.
– Minumlah obat antimalaria jika Anda pergi ke tempat terjadinya malaria.

2. Demam berdarah

Virus dengue merupakan virus penyebab penyakit menular DBD. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes, nyamuk Mesir yang pertumbuhannya meningkat pada musim hujan.

– Menutup wadah air seperti bak mandi dan air mancur.
– Kosongkan bak mandi secara teratur, minimal seminggu sekali.
– Buanglah barang-barang bekas yang menumpuk dan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes a Egypti.
– Membersihkan genangan air di sekitar rumah.

3. Penyakit Chikungunya

Virus Chikungunya ditularkan atau disebarkan melalui vektor yang sama dengan demam berdarah dengue (DBD), yaitu nyamuk Aedes a Egypti. Oleh karena itu, pencegahannya dapat dilakukan sama seperti pencegahan DBD, yaitu dengan cara sebagai berikut:

1. Tutup wadah air seperti bak mandi dan air mancur.
2. Kosongkan bak mandi secara teratur, minimal seminggu sekali.
3. Buanglah barang-barang bekas yang menumpuk dan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes a Egypti.
4. Membersihkan genangan air di sekitar rumah.

4. Penyakit Cacing Hati dan Penyakit Cacing

Penyakit cacing kayu merupakan penyakit menular yang umum menyerang anak usia sekolah yang suka bermain di tempat kotor dan tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum makan. Cacing pita, cacing tambang, dan cacing kremi adalah penyebab terjadinya penyakit menular ini.

Ciri-ciri orang yang terkena cacingan mulai dari gangguan pencernaan seperti diare, mual dan muntah, hingga penurunan berat badan. Kemudian penderitanya merasakan gatal-gatal padasekitar anus dan vagina. Jika tidak ditangani, penderitanya bisa mengalami dehidrasi berlebihan.

Penyakit ini dapat menular bila telur cacing masuk melalui kuku anak dan tangan yang kotor, kemudian menyentuh mulut dan makanan/minuman yang akan dikonsumsi. Pakaian, handuk, dan tempat tidur yang terkontaminasi cacing ini juga menularkan cacingan kepada penggunanya.

Anda dapat mencegah cacingan dengan melakukan hal berikut:

1. Potong kuku Anda secara teratur untuk mencegah berkembangnya telur cacing di kuku Anda.
2. Cuci tangan Anda dengan bersih sebelum makan.
3. Jaga kebersihan peralatan makan dan dapur.
4. Menjaga lingkungan tetap bersih dan rapi.

5. Schistosomiasis

Bilharziasis sering juga disebut dengan schistosomiasis (demam siput), yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing parasit perairan yang banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis. Penyakit ini umum terjadi di benua Afrika, namun tidak sedikit kasus juga ditemukan di kawasan lain seperti Timur Tengah, Amerika Selatan, dan berbagai negara di Asia Tenggara.

Cara mencegah penularan penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan air minum dan mencuci.

6. Japanese Encephalitis

Penyakit menular ini merupakan salah satu jenis peradangan otak yang disebabkan oleh virus yang umum terjadi di Asia. Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk.

Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan cara berikut:

1. Gunakan losion pengusir nyamuk.
2. Gunakan pakaian yang menutupi tubuh saat beraktivitas di luar rumah.
3. Gunakan kelambu saat tidur.
4. Hindari aktivitas malam hari dipertanian, ladang atau sawah yang banyak terdapat nyamuk Culex.

7. Avian influenza (flu burung)

Avian influenza disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan melalui unggas. Nama lain dari flu burung adalah flu burung yang disebut H5N1. Orang lain bisa tertular flu burung melalui kontak langsung dengan orang sakit.

Untuk mencegah flu burung, Anda dapat melakukan hal berikut:

1. Hindari kontak langsung dengan unggas.
2. Hindari kontak langsung dengan penderita flu atau flu burung.
3. Jaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
4. Masak daging unggas hingga empuk sebelum dimakan.

8. Penyakit rabies

Rabies adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf yang ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan. Rabies tergolong penyakit berbahaya karena bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Penularan dapat terjadi dengan menjaga kebersihan peralatan hewan peliharaan.

9. Antraks

Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis pada hewan ternak ialah penyakit antraks. Antraks juga sering menyerang hewan pemakan rumput liar dan yang telah dijinakkan seperti kuda. Penyakit antraks bersifat zoonosis yang artinya dapat dibawa oleh hewan ke manusia atau sebaliknya, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit Antrak ini :

– Memastikan bahwa saat memasak daging harus benar-benar matang.
– Menjalani vaksinasi anthrax.
– Jaga jarak dan jangan melakukan interaksi dengan hewan yang terinfeksi antraks.

10. Penyakit Pes

Penyakit menular selanjutnya disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis atau bisa disebut penyakit pes. Seseorang bisa terserang penyakit pes contohnya kutu yang sebelumnya menghisap darah hewan dengan infeksi bakteri Yersinia pestis lalu mengigit manusia.

Penyakit menular ini dapat dicegah penularannya dengan melakukan hal berikut:

1. Memastikan kebersihan hewan peliharaan agar terbebas dari kutu.
2. Membersihkan area rumah.
3. Membersihkan sisa makanan yang dapat dikonsumsi hewan ternak.
4. Menggunakan sarung tangan saat sedang kontak dengan hewan yang diduga telah terinfeksi.
5. Menggunakan pembasmi serangga.
6. Memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin jika tergigit kutu ketika wabah pes sedang merebak.