Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri dan Gejalanya

Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri dan Gejalanya – Salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Meskipun beberapa penyakit akibat bakteri bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, banyak infeksi bakteri lainnya yang bisa menjadi serius dan memerlukan perhatian medis segera. Faktanya, sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh bakteri merupakan infeksi yang memerlukan perhatian cermat.

Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri dan Gejalanya

Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri dan Gejalanya

 

roskapital  Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengenali tanda-tanda penyakit akibat bakteri sebagai langkah deteksi dini. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

penyakit yang disebabkan oleh bakteri

Bakteri merupakan mikroorganisme yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti disentri, tuberkulosis, pneumonia, sepsis, demam tifoid, diare, dan tetanus. Masing-masing penyakit akan kami jelaskan di bawah ini.

 

1. Shigellosis

Shigellosis adalah penyakit saluran cerna yang disebabkan oleh infeksi usus oleh bakteri seperti rubella, Escherichia coli, atau salmonella. Shigellosis biasanya ditandai dengan beberapa gejala, antara lain demam, mual, muntah, kram perut, dan diare, disertai lendir dan darah.

Shigellosis merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang tidak dijaga kebersihannya. Penyakit ini terutama umum terjadi pada anak-anak di negara berkembang, negara tropis dan subtropis.

 

Jika tidak segera ditangani, usus merah dapat menyebabkan komplikasi seperti dehidrasi parah, abses hati, kejang, bahkan kematian.

 

2. TBC

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini menular dan dapat ditularkan melalui droplet atau tetesan air liur orang yang terinfeksi. Gejala yang ditimbulkan oleh TBC antara lain sesak napas, batuk lebih dari 2 minggu (dapat berdarah), dan nyeri dada.

 

Baca jugaa : Inilah Diagnosis Dan Gejala Diabetes 

 

3. Radang paru-paru

Pneumnia adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Streptococcus pneumoniae yang menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Pada kondisi ini, area paru-paru terisi cairan, lendir, atau nanah sehingga menyebabkan penderita kesulitan bernapas. Pneumonia biasanya ditandai dengan demam tinggi, batuk, sesak napas, berkeringat, kehilangan nafsu makan, jantung berdebar kencang, dan menggigil.

 

Meski siapa pun bisa terkena penyakit ini, orang yang berusia di bawah 2 tahun, perokok aktif, orang lanjut usia, serta penderita asma, gagal jantung, atau kondisi kronis lainnya akan memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia.

 

4. Sepsis

Sepsis adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi tidak terkendali terhadap infeksi bakteri. Akibatnya, antibodi yang dilepaskan ke aliran darah untuk melawan infeksi justru menyebabkan peradangan. Sepsis berat dapat menyebabkan syok septik, kegagalan organ, dan kematian.

 

Meski kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama bayi baru lahir dan bayi prematur, karena daya tahan tubuhnya kurang optimal. Gejala sepsis pada bayi yang perlu diwaspadai antara lain muntah, penurunan nafsu makan atau minum ASI, demam, ruam merah, dan kesulitan bernapas.

 

5. Demam tifoid
A

Demam tifoid atau demam tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhimurium. Bakteri ini dapat ditularkan ke orang yang terkena dampak melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit ini umum terjadi di negara-negara berkembang, terutama di wilayah dan lingkungan dengan sanitasi yang tidak memadai.

 

Meski siapa pun bisa terkena penyakit ini, orang yang memiliki gejala berikut ini berisiko lebih tinggi:

Di bawah 10 tahun.
Imunitasnya lemah.
Tidak memperhatikan kebersihan. Gunakan peralatan yang sama seperti penderita demam tifoid.

Gejala yang biasa dialami penderita antara lain sakit perut, demam, mual, muntah, diare, nyeri otot, dan pusing.

 

Baca jugaa : Lagu Olahraga Yang Memberi Anda Energi 

 

6. Diare

Diare adalah contoh lain penyakit yang disebabkan oleh salmonella dan E. coli. Diare merupakan gangguan saluran cerna yang biasanya ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar, perubahan bentuk tinja menjadi cair, dehidrasi, dan nyeri perut.

Diare tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun juga bisa terjadi pada anak-anak, termasuk bayi. Diare umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, namun harus berhati-hati untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.

Untuk menghindari diare, disarankan untuk selalu menjaga pola hidup bersih, seperti: Misalnya mencuci tangan pakai sabun dan air sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, membatasi asupan makanan penyebab diare, dan menyimpan makanan di tempat tertutup.

7.Tetanus

Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, seperti sayatan pisau atau kuku, dan berkembang menjadi bakteri yang menghasilkan racun berbahaya yang disebut tetanospasmin.

Tetanospasmin berperan penting dalam merusak sistem saraf yang mengontrol otot (neuron motorik), dan pasien mengalami kejang otot dan kekakuan pada area tubuh yang cedera.

Gejala umum tetanus antara lain otot leher dan rahang kaku, demam dan berkeringat, perubahan tekanan darah dan detak jantung, kesulitan menelan, bahkan kejang. Kondisi ini harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi seperti kerusakan sistem saraf dan kematian.

 

Jika Anda mengalami gejala serupa dengan penyakit-penyakit tersebut di atas, jangan ragu untuk mengunjungi dokter Rumah Sakit Siloam setempat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.