Inilah Diagnosis Dan Gejala Diabetes

Inilah Diagnosis Dan Gejala Diabetes –  Diabetes yang dikenal juga dengan sebutan diabetes melitus merupakan penyakit yang sudah banyak diketahui orang. Beberapa orang percaya bahwa diabetes disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi gula. Tapi apakah itu benar? Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca artikel di bawah ini.

Inilah Diagnosis Dan Gejala Diabetes

Inilah Diagnosis Dan Gejala Diabetes

roskapital – Diabetes adalah penyakit metabolik dimana tubuh memiliki kadar gula yang tinggi namun tidak dapat menggunakannya secara efektif. Kondisi ini tergolong penyakit kronis yang berbahaya, apalagi jika menimbulkan komplikasi.

Penyebab Diabetes

Gula darah merupakan sumber energi yang penting untuk fungsi tubuh yang optimal selama beraktivitas. Asupan gula sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah sehingga meningkatkan risiko diabetes dalam jangka panjang.

Masalah terbesar adalah ketika tubuh Anda menyerap cukup gula namun aktivitas fisik Anda terbatas. Dalam hal ini, peningkatan kadar gula darah juga bisa terjadi. Dalam jangka panjang, peningkatan kadar gula darah meningkatkan risiko diabetes.

Ada beberapa alasan mengapa tubuh Anda tidak dapat membakar gula secara efektif. Ini adalah sebagai berikut:

  • Pembatasan aktivitas fisik.
  • Asupan gula berlebih.
  • Gangguan respon tubuh terhadap insulin.
  • Penurunan produksi insulin di pankreas.
  • Penyumbatan fungsi insulin disebabkan oleh hormon lain.

Insulin sendiri merupakan hormon yang dikeluarkan tubuh untuk memaksimalkan penyerapan glukosa atau gula ke dalam sel-sel tubuh, yang kemudian diubah menjadi sumber energi. Surplusnya disimpan sebagai cadangan energi.

 

Baca Jugaa : Kesehatan Mental Dapat Mempengaruhi Kesehatan Fisik 

 

Jenis Diabetes

Penelitian yang dipublikasikan di Pengantar Diabetes membagi diabetes menjadi tiga kategori: tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestasional. Sumber daya ini juga memberikan rincian karakteristik dan perbedaan antara setiap jenis diabetes. Berikut penjelasannya:

1. Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 pada dasarnya adalah penyakit autoimun, artinya alih-alih melindungi tubuh dari infeksi, antibodi malah menyerang sel-sel tubuh. Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel beta pankreas.

Proses ini merusak sel beta yang memproduksi insulin. Masih belum jelas mengapa antibodi menyerang sel beta di pankreas. Meski demikian, banyak ahli yang meyakini bahwa faktor genetik dan infeksi virus tertentu menjadi penyebabnya.

2. Diabetes tipe 2

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang disebabkan oleh penurunan produksi insulin, pada diabetes tipe 2 insulin diproduksi secara normal. Namun sensitivitas tubuh terhadap kadar gula darah menurun sehingga membuat insulin menjadi kurang efektif.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada usia di atas 30 tahun. Faktor gaya hidup, seperti kurang olahraga dan konsumsi makanan manis, berperan penting dalam berkembangnya penyakit ini. Selain itu, faktor genetik yang tidak diobati dan obesitas berpengaruh signifikan terhadap risiko terkena diabetes tipe 2.

 

3. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional merupakan salah satu jenis diabetes yang biasanya bersifat sementara. Penyakit ini terutama terjadi pada ibu hamil dan seringkali sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan. Biasanya terjadi pada minggu ke 24 kehamilan.

Diabetes gestasional bisa disembuhkan secara alami, namun ada risikonya. Jika tidak diobati, diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko bayi Anda mengalami berat badan lahir tinggi, kelahiran prematur, dan hipoglikemia atau hipoglikemia.

Diabetes gestasional dapat menyebabkan komplikasi pada ibu hamil, seperti preeklampsia dan tekanan darah tinggi. Anda mungkin juga berisiko terkena diabetes gestasional pada kehamilan berikutnya, yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 setelah melahirkan.

 

Baca Jugaa : Daftar Koleksi Lagu Jepang Terpopuler

 

Diagnosa dan Gejala Diabetes

Diabetes merupakan penyakit dengan gejala yang beragam. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan kadar gula darah dapat mendeteksi gejala diabetes. Namun, jika dicermati, ada juga tanda-tanda diabetes lainnya, antara lain:

Contoh:

  • Saya merasa lelah meskipun kurang melakukan aktivitas fisik.
  • Aku merasa haus meski sudah minum cukup air.
  • Berat badan saya turun tanpa alasan yang jelas.
  • Sering merasa sangat lapar.
  • Proses penyembuhan luka lama.
  • Penglihatan kabur.
  • Sering ingin buang air kecil.
  • Infeksi sering terjadi pada kulit, gusi, dan area genital.

 

Gejala diabetes berkembang pesat dan dapat menyebabkan perubahan ekstrem pada tubuh Anda. Jika salah satu dari tanda-tanda ini terlihat, segera dapatkan bantuan medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Dokter biasanya akan melakukan beberapa tes, seperti tes gula darah. Seseorang digolongkan diabetes jika terdapat kondisi berikut:

Kadar gula darah mencapai 200 mg/dl atau lebih, diikuti rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, rasa lapar yang ekstrim, dan munculnya berbagai gejala, seperti lambatnya proses penyembuhan dari

Kadar gula darah puasa mencapai 126 mg/dl atau lebih tinggi. Kadar gula darah puasa tercapai ketika Anda tidak mengonsumsi kalori selama minimal 8 jam.

Kadar gula darah setelah tes toleransi glukosa oral melebihi 200 mg/dL. Tes ini mengukur kadar gula darah Anda setelah mengonsumsi sekitar 75 gram gula.

Meskipun jumlah tes glukosa mandiri meningkat, tes dokter tetap merupakan cara terbaik untuk menentukan apakah Anda menderita diabetes. Pasalnya, tes glukosa mandiri hanya memeriksa kadar gula darah.

Cara Mengobati Diabetes

Mengobati diabetes pada umumnya membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan kesabaran. Lima pilar pengobatan diabetes harus diikuti: pendidikan, kepatuhan diet, olahraga, pengobatan, dan pemantauan mandiri kadar gula darah.

Obat herbal yang meningkatkan produksi insulin dan menurunkan kadar gula darah sebaiknya dikonsumsi di bawah pengawasan dokter dan sesuai anjuran. Pasalnya, mengonsumsi obat dan jamu secara bersamaan dapat menyebabkan hipoglikemia yang berarti kadar gula darah bisa turun drastis.

Selain itu, beberapa obat herbal dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, seperti kerusakan hati dan ginjal, jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.